Friday, May 20, 2011

begitu silam

ke luar jendela ku renung
bumi begitu basah
langit menangis resah
teringat lampaunya sebuah kisah
kau dan aku                 
suatu masa dulu

cawan kertas berwarna jingga
dua semuanya
terikat tali padanya
konon bisa hubungkan kita
lagak anak kecil

-tersenyum-

pondok kecil
dedaun dan dedahan rapuh
kita sama berteduh
melewati waktu
kala senja mula berkabus
senja terakhir buat kita

-terduduk-

termenung lagi aku
lebih jauh
menembusi dinding waktu
berlinang air mataku
terkenangkan kamu
yang tak lagi denganku
tinggallah sejarah semalam
nampak semakin kelam
sampai masa semua bakal karam
dibaham rakus oleh zaman

-terpejam-

Monday, May 9, 2011

bersujudlah

bersusunan
seluruh jari jemari kaku
menggigil kehausan
kekontangan iman di dalam jiwa

bercantuman
garis-garis halus 
mentafsir beribu noda 
hingga terkabur pada mata kasar
terhijab pedoman di lubuk jiwa

berenungan
menembusi liang-liang terpalu
berserakan pada muka genggaman
menusuk jauh ke dalam zarah noda
merenung relung masa yang kian membelakangi
meninggal jauh dari detik usia

kedengaran
alunan irama syurga
menjemput panggil zat dan rohani
agar tidak terbang dihanyut alpa
meniup jauh semilir nista

bertimbangan
tara dosa dan pahala
kadang condong ke kiri
kadang condong ke kanan
goyah digoncang nafsu
sesak kewarasan akal

bersujudlah
bermohonlah
bi iznillah...